Senen: 5 Kecerdasan Harus Diajarkan Secara Berimbang

 Parlemen, Sintang

Senen Maryono

SINTANG, ZKR- Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Senen Maryono, mendorong para guru di Bumi Senentang agar melaksanakan pengajaran lima kecerdasan secara berimbang dalam pendidikan.

Hal tersebut disampaikannya saat dalam sambutan saat pembukaan kegiatab Lokakarya 7 Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10, di Gedung Pancasila Sintang.

Senen menggarisbawahi bahwa pendidikan tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga harus mencakup kecerdasan keagamaan, fisik, keterampilan, dan sosial kemanusiaan.

Maka daari itu Senen berharap agar para guru dapat melaksanakan pengajaran yang berimbang dan menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keterampilan, keagamaan, serta kecerdasan sosial yang tinggi.

“Lima kecerdasan ini harus diajarkan secara seimbang agar tidak ada yang tertinggal. Kita ngak boleh membiarkan satu kecerdasan menonjol sementara yang lain lemah, semua harus balance”, ujarnya.

Belakang ini, kata Senen banyak fenomena yang terjadi di masyarakat, di mana banyak anak muda memanggil teman mereka dengan sebutan yang tidak pantas, seperti nama-nama binatang. “Hal ini menunjukkan bahwa ada yang salah dalam pendidikan karakter dan sosial. Ini harus diperbaiki dengan kita memberikan pendidikan yang lebih holistik,” ujar Senen.

Senen mengapresiasi pelaksanaan Lokakarya 7 yang menampilkan berbagai inovasi dan hasil keterampilan peserta didik. Ia menyampaikan harapannya agar para guru dapat memastikan bahwa pengajaran kecerdasan tidak hanya terfokus pada aspek keterampilan, tetapi juga mencakup kecerdasan intelektual.

“Saya minta dewan guru untuk menyeimbangkan lima kecerdasan tersebut, terutama kecerdasan intelektual dan keilmuan. Jangan sampai hal ini terabaikan karena fokus pada pengembangan keterampilan semata,” tegasnya.

Menurutnya ujian intelektual tetap diperlukan dalam sistem pendidikan. Ia tak setuju denga penghapusan ujian bagi siswa kelas akhir.

“Kita harus bisa mengukur kemampuan intelektual siswa, kalau tak ada ujian bagaimana kita bisa mengukurnya. Saya setuju ujian keilmuan dilaksanakan, tetapi jangan dijadikan penentu kelulusan. Ini penting untuk memastikan bahwa anak-anak kita memiliki dasar keilmuan yang kuat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam rekrutmen pegawai negeri, misalnya, ujian keilmuan sangat penting dan paling menentukan. “Buktinya, minggu-minggu ini banyak orang yang mengikuti tes calon pegawai negeri, di mana keilmuan mutlak dibutuhkan. Tanpa memenuhi syarat dalam ujian, tak lulus TWK, TIU dan TKP mereka tidak akan lulus,” tegas Senen.

Related Posts

Tinggalkan Balasan