Terkait PPKM, Ini Yang Disampaikan Saragih

 Parlemen

Sintang zkr.com. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di Kabupaten Sintang, akan dilakukan secara bertahap. Sementara ditingkat pusat, penerapan PPKM sudah dimuali sejak bulan januari lalu.

 

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan  Covid-19 Kabupaten Sintang saat ini terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, untuk kesiapan Satuan Tugas (satgas) di tingkat desa.

 

“PPKM sedang kita persiapkan. Seluruh desa sudah dilayangkan surat oleh pemdes, dan kita juga sudah memberitahukan pada camat lakukan tindakan buka posko semua di desa. Apabila lolos dari satgas kabupaten maka satgas desa yang harus mencegatnya lagi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerag Kabupaten Sintang, Bernard Saragih, Senin 26 April 2021.

 

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, menurut Saragih merupakan langkah pencegahan secara berlapis untuk meminimalisir meluasnya penyebaran corona di Kabupaten Sintang. Pemberlakuan ini bertujuan untuk membatasi gerak masyarakat agar dapat memutus dan mengurangi peningkatan kasus positif Covid-19.

 

“Kita Sintang masih zona orange artinya penularan covid-19 di sintang masih tinggi. Maka upaya pencegahan harus kita lakukan secara masif,” ujarnya.

 

Satgas Covid-19  Kabupaten  Sintang berencana akan melakukan penyekatan di pintu masuk perbatasan Sintang- Sekadau. Penyekatakan tersebut untuk mencegah penularan covid-19  dari luar daerah.

 

“Jadi ini kerja berlapis, ada ditingkat Kabupaten ada ditingkat desa supaya kita bisa menekan penyebaran covid-19,” terangnya.

 

Pria yang juga Sekretaris Satgas Penanganan  Covid-19 Kabupaten Sintang saat ini menerangkan pada bulan april ini terjadi kenaikan kasus secara signifikan. Selain didapati dari hasil razia penegakan disiplin prokes di sejumlah warung kopi. Kasus positif terbanyak merupakan pelaku perjalanan dari pontianak.

 

“Jadi ada dua sistem penularan, Sebagian besar kasus terkonfirmasi  covid-19  adalah impor dari luar daerah. Sementra yang transmisi  lokal tidak banyak,” pungkasnya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan