
Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Senen Maryono
SINTANG, ZKR – Harga komoditi beras mengalami peningkatan signifikan beberapa bulan terakhir ini. Biasanya harga beras premium kemasan 5 kilogram berkisar Rp 60.000 sekarang sudah naik mencapai Rp 80.000.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Senen Maryono, mengaku prihatin dengan kenaikan harga beras yang signifikan belakangan ini. Dia mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan harga besar di pasaran.
“Sangat menyedihkan melihat kenaikan harga beras belakangan ini. Harga yang melambung di pasaran memberatkan masyarakat kita,” ujar Senen Maryono, di DPRD Sintang belum lama ini.
Menurutnya, tindakan cepat diperlukan untuk mencegah kepanikan di kalangan masyarakat. Pemerintah diharapkan segera memberlakukan kebijakan, termasuk subsidi beras melalui operasi pasar, guna membantu warga mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau.
“Kami meminta pemerintah untuk mensubsidi beras melalui kegiatan operasi pasar. Harga beras sudah mahal bahjan untuk kemasan 5 kg, mencapai Rp 80.000, sedangkan biasanya hanya Rp 60.000 saja,” ungkapnya.
Selain itu, politisi Partai Amanat Nasional ini juga mendorong pemerintah untuk lebih ketat dalam mengawasi pedagang beras agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar.
“Kami mendorong pemerintah, melalui dinas terkait, untuk turun langsung ke lapangan dan mengawasi kondisi termasuk gudang penyimpanan. Ini langkah penting untuk mencegah praktik-praktik yang tidak etis, seperti penimbunan yang bisa mengakibatkan kenaikan harga. Pemerintah harus dapat mencegah tindakan yang merugikan di tengah kesulitan ekonomi saat ini,” ungkapnya.
Senen Maryono juga menyoroti perlunya perhatian serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Sintang. Ia menilai bahwa bantuan kepada petani lokal, seperti pupuk dan bibit berkualitas, serta pembinaan oleh tenaga penyuluh, dapat membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
“Penting bagi pemerintah untuk memberikan dukungan kepada petani kita. Dengan begitu, ketergantungan pada pasokan luar dapat berkurang, dan harga beras di daerah dapat lebih stabil,” ujarnya.