Sintang zkr.com. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Kabupaten Sintang, Sudirman mengungkapkan hingga saat ini beras lokal belum mampu mengakomodir kebutuhan konsumen di daerah. Kebutuhan pangan untuk masyarakat masih mengandalkan suplay dari luar. Padahal, menurut Sudirman, sector pertanian di Kabupaten Sintang, cukup potensial dikelola masyarakat.
“Jadi, kebutuhan masyarakat lokal sintang terhadap kebutuhan pokok, baik hasil pertanian maupun perkebunan, itu masih mendatangkan dari luar. Ini permasalahan kebutuhan pokok masayakat, hasil pertanian lumayan, tetapi sekarang persoalan masih mendatangkan dari luar,” ungkap Sudirman.
Produk pertanian, seperti beras produktivitasnya masih rendah sehingga untuk memenuhi kebutuhan harus impord dari luar daerah. Beras yang beredar dan dikonsumsi masyarakat Sintang, kata Sudirman didatangkan dari Jawa. Perbulan, ratusan ton.
“Kebutuhan kita, satu tahun jutaan ton. Tetapi kita masih mendatangkan dari luar, ini perosalan kita semua, Bagiaman kita mengelola pertanian skala kecil. Kami ingin desa yang punya potensi pertanian, tidak memerlukan pasokan kebuthan pokok dari luar, kita perioritas kebutuhan masyarakat desa,” harapnya.
Begitu pula pada sektor perkebunan seperti cabe, bahkan kacang masih impor dari luar kabupaten SIntang. Padahal menurut dia, potensinya di Sintang, cukup menjanjikan.
“Itu masih datangkan dari luar, sehingga pada minggu ini, harga cabe langka sampi 90 ribu rupiah perkilo. Ngapa peluang ini tidak kita lakukan. Kita masih mendatangkan dari jawa, sekarang dari makasar. Ini menjadi permasalahan tentunya, dan saya yakin kedepan menjadi perhatian pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat sintang (tidak perlu impor dari luar),” harapnya.
Sudirman berharap kedepannya masyarakat dapat membuat gebrakan lagi agar kebutuhan pokok tidak perlu kita datangan dari luar lagi, sehingga kebutuhan pokok kita terpenuh tanpa ada datangkan dari luar.
Selain itu Sudirman juga mengharapkan Gapoktan-Gapoktan dapat membuat hasil pertaniannya dalam bentuk sudah di kemas sedemikian rupa agar memudahkan para konsumen untuk membelinya, salah satu contoh beras. “Beras ini jika sudah di kemas dengan rapi maka konsumen tidak perlu repot-repot lagi sehingga barang yang kita tawarkan masyarakat cepat laku,” pungkasnya.