
Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Juni
SINTANG, ZKR – Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan perusahaan investasi sangat penting dalam upaya pembangunan enam desa yang berada di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Hal tersebut disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang dari daerah pemilihan Kecamatan Kayan Hulu dan Kayan Hilir, Juni, saat diwawancarai awak media di DPRD Sintang belum lama ini.
Ketersediaan APBD Kabupaten Sintang belum mampu mewujudkan pemerataan pembangunan yang cepat. Oleh karena itu, dengan keterbatasan anggaran yang ada, Juni percaya bahwa kerja sama tersebut bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Enam desa di Kecamatan Kayan Hilir itu letaknya berdekatan langsung dengan PT MSP yang bergerak di perkebunan kelapa sawit. Dengan keterbatasan anggaran, tentu kita tidak mampu membangun sendiri, maka penting mengajak kepala desa untuk berkomunikasi dengan pihak perusahaan agar membantu membangun daerah,” ujar Juni.
Ia juga mengatakan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab sosial yang harus direalisasikan kepada masyarakat. Perusahaan investasi punya kewajiban memberikan bantuan CSR kepada masyarakat tempat berinvestasi.
“Merealisasikan CSR itu sebuah kewajiban bagi perusahaan investasi. Ini harus menjadi komitmen mereka untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di tempat mereka berinvestasi,” kata Juni.
Juni menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pihak swasta sangat penting agar kebutuhan masyarakat di enam desa bisa terpenuhi.
“Nanti kita bersama kepala desa rencananya akan mendatangi pihak perusahaan untuk mendorong dan mengawal realisasi CSR tersebut,” ujar Juni.
“Kenapa kepala desanya harus ikut? Karena mereka inilah perpanjangan lidah masyarakat secara langsung kepada perusahaan, dan kita juga ingin bantuan yang diberikan itu tepat sasaran sehingga kebutuhan masyarakat bisa diakomodir,” tambahnya.
Juni menyampaikan bahwa masih banyak infrastruktur di wilayahnya yang rusak, padahal itu sangat penting bagi mobilitas masyarakat. Dikatakannya, ada dua akses jalan di wilayah tersebut, satu merupakan tanggung jawab pemerintah, dan satu lagi perusahaan. Juni berharap perusahaan bisa berkontribusi memperbaiki jalan yang rusak agar bisa dilewati.
“Perusahaan bisa menjawab itu dengan merealisasikan CSR untuk difokuskan pada perbaikan jalan, karena ini penting untuk mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap jalan yang berada di wilayah binaan,” pungkasnya.