Pemkab Diminta Perbaiki Jalan Rusak

 Parlemen, Sintang

Anggota DPRD Sintang, Senen Maryono

 

SINTANG, ZKR-  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Senen Maryono menyebutkan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sintang rusak parah pasca dilanda banjir pada 2021 lalu. 

Di samping angkutan berat, penyebab lain cepat rusaknya jalan adalah air dan bencana alam. Maka, tidak salah bila di kalangan ahli pembuat jalan ada ungkapan bahwa musuh jalan adalah air. Genangan air hujan akan melemahkan struktur perkerasan secara menyeluruh, sedangkan retak rambut pada lapisan permukaan suatu perkerasan bila tidak segera ditutup akan semakin membesar dan dimasuki air hujan, sehingga berdampak terurainya ikatan antarbutiran agregat dari bahan pengikatnya dan menjadikan kerusakan lebih besar.

Seperti diketahui, daya dukung tanah pada badan jalan sangat dipengaruhi oleh kandungan air yang ada di dalam tanah tersebut. Jika kandungan air dalam tanah sudah melewati nilai optimumnya, maka daya dukung tanah akan menurun. 

 “Banjir 2021 lalu cukup besar dan dampaknya masih kita rasakan sampai saat ini. Cukup besar akibatnya, salah satunya adalah rusaknya infrastruktur jalan di Kabupaten Sintang,” ucapnya.

Akibat dampak banjir besar tersebut, menyita berbagai kalangan bahkan presiden Jokowi sempat melihat langsung banjir besar yang mengakibatkan hampir seluruh rumah warga terendam.

Untuk itu Politisi PAN ini berharap Pemerintah Kabupaten Sintang bisa melakukan pemeliharaan atau perbaikan jalan dalam Kota Sintang yang rusak berat akibat banjir agar tidak terjadi kerugian baik materi maupun jiwa bagi pengguna jalan tersebut.

“Harus ada penanganan segera terlebih yang banyak rusak itu jalan dalam kota yang mana mobilitas masyarakat cukup tinggi sehingga cukup membahayakan bagi masyarakat yang melintas,” harapnya politis Sintang I ini.

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang sepakat dengan pendapat tersebut. Mengingat rusaknya infrastruktur jalan tersebut dapat membahayakan bagi pengguna jalan.

 “Kami akan melakukan inventarisasai dan koordinasi mengenai ruas jalan yang rusak akibat banjir besar pada tahun lalu agar bisa memastikan kondisi yang ada dan melakukan penanganan yang tepat,” ucapnya.

Bupati Sintang juga meminta kepada masyarakat khususnya pengguna jalan untuk terus berhati-hati dalam berkendara mengingat sejumlah ruas jalan yang terendam banjir besar tahun 2021 lalu seakan terlihat tidak ada kendala namun memiliki lubang yang cukup membahayakan terlebih bagi pengguna kendaraan roda dua.

“Jalannya terlihat mulus namun ternyata ada lubang, baik yang besar maupun kecil namun dalam sehingga berbahaya bagi pengendara apalagi yang menggunakan kendaraan roda dua,” pungkasnya.

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan