
Nekodimus
SINTANG, ZKR– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sintang, Nikodemus menyayangkan terminal tipe B di Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian, terkesan terbengkalai. Seharusnya, keberadaan terminal tersebut dapat memberikan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Legislator Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini melihat selama ini terminal bus AKDP di Sungai Ukoi terkesan tidak berfungsi. Padahal bangunan letaknya sangat strategis dan berdekatan dengan Bandar Udara Tebelian Sintang.
“Jika berfungsi dengan baik, masyarakat di sekitar akan mendapatkan penghasilan. pelaku UMKM bisa berdagang di sana. Angkutan umum lain juga bisa mendapatkan penghasilan. Walaupun bagi penumpang bus akan berimbas penambahan ongkos,” kata Niko.
Operasional Terminal Type B Sungai Ukoi kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar. Meski demikian, Niko akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang supaya terminal tersebut dapat berfungsi maksimal.
Anggota komisi D di DPRD Kabupaten Sintang ini mengatakan sangat disayangkan aset pemerintah yang sudah dibangun namun tidak dimanfaatkan dengan baik. Seharusnya, terminal bus tersebut dapat menambah pendapatan asli daerah.
“Bangunan dan fasilitas terminal bus Sui Ukoi dulu pernah digunakan, justru sekarang dibiarkan begitu saja padahal bangunan di sana sangat bagus.
Kita lihat nanti seperti apa solusinya. Sayang sekali jika bangunan yang bagus justru mangkrak begitu saja. Jika dimanfaatkan justru menghidupkan perekonomian masyarakat,” kata Niko.
Pada tahun 2017 silam, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menyerahkan pengelolaan Terminal Sungai Ukoi Sintang ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Di dalam kota Sintang, ada dua terminal. Satu di Sungai Durian, dan satu lagi di Tanjung Puri, kawasan pasar raya Sintang. Saat ini, hanya terminal sungai durian yang masih digunakan banyak angkutan umum untuk mengangkut penumpang. Sementara terminal Tanjung Puri, tidak begitu aktif.