Perjuangkan Nasib Peternak Babi

 Parlemen, Sintang

Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Welbertus

SINTANG, ZKR- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus meminta pemerintah daerah memperhatikan para peternak babi di kabupaten Sintang. Ia  mengungkapkan ada ribuan babi mati karena terpapar oleh virus African swine fever (ASF) di bumi senentang ini.

“Perternak babi di Kabupaten Sintang rerata mengalami kerugian besar akibat terserang penyakit ASF yang memberika dampak kematian pada hewan ternak babi,” ujar Welbertus baru-baru ini.

Welbertus mengatakan adanya virus ASF yang menyerang babi di Sintang akan berdampak pada perekonomian peternak babi di Kabupaten Sintang. Terlebih lagi, jumlah tersebut bukanlah jumlah yang sedikit sehingga akan menimbulkan kerugian yang cukup besar baik yang ada di Kecamatan Sintang maupun di kecamatan lainnya.

“Untuk keseluruhan di daerah Kalbar pada Februari lalu saja ada 44 ribu babi, di Sintang sendiri ada 7 ribuan babi yang mati karena adanya ASF itu sendiri, tenti ini membuat kerugian bagi peternak bagi secara ekonomi,” ucapnya.

“Saya mohon kepada pemerintah daerah dapat memberikan solusi konkret atah perhatian khusus bagi oeternak babi kita yang telah mengalami kerugian akibat terserang penyakit penyakit African swine fever (ASF) itu,” pintanya.

Welbertus menyarankan agar di postur APBD Sintang Tahun 2023 pemerintah melalui instansi terkait dapat memberikan atau menyalurkan bantuan khusus bagi peternak babi yang hewan ternaknya terdampak penyakit African swine fever (ASF).

“Karena kita tahu banyak kerugian yang terjadi, terutama para peternak kita. Untuk itu, saya harap pemerintah melalui instansi terkait dapat memperhatikan kondisi yang dialami para peternak babi di kabupaten ini,” kata wakil rakyat Dapil Sintang 1 ini.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat (Kalbar) daerah yang paling terdampak dengan flu Afrika ini adalah Kabupaten Sanggau, dengan tingkat kematian hewan ternak babi mencapai 24.216 ekor. Kemudian, Kabupaten Sintang 7.030 ekor, Kabupaten Landak 6.3.18 ekor dan Kabupaten Mempawah 3.416 ekor.

Tak hanya itu, Welbertus juga menyarankan agar pemerintah daerah melalui instansi terkait agar dapat mengambil langkah-langkah pengendalian dan pencegahan dini, sehingga hewan ternak babi di Kabupaten Sintang tidak mudah terserang penyakit yang dapat menimbulkan kematian itu.

“Ya, tentunya kita sarankan agar ada langkah yang diambil, seperti proteksi dini terhadap sejumlah hewan ternak di kabupaten ini. Apalagi dalam kasus hewan ternak babi ini tingkat kematian hewan ternak babi kita nomor dua setelah Kabupaten Sanggau,” pungkasnya (nko)

Related Posts

Tinggalkan Balasan