BPBD Sintang Gelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana di Kecamatan Binjai Hulu

 Sintang

SINTANG ZKR. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang melaksanakan pelatihan tentang Pencegahan dan Mitigasi Bencana di Aula Kantor Kecamatan Binjai Hulu pada Rabu, 13 November 2024. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengantisipasi dan mengurangi dampak bencana alam, dengan menghadirkan berbagai materi yang sangat relevan dengan kondisi geografis dan sosial masyarakat setempat.

Dalam acara tersebut, Benyamin, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sintang, hadir sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan bahwa bencana alam tidak hanya terjadi begitu saja, tetapi seringkali merupakan hasil dari interaksi antara manusia dan alam. Oleh karena itu, kunci utama dalam ketangguhan bencana adalah kemampuan untuk mengenali potensi bencana, menganalisis penyebabnya, serta melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi dan meminimalisir risiko yang dapat ditimbulkan. Selain itu, masyarakat juga perlu dilatih untuk bisa menyelamatkan diri dan keluarga serta memiliki kemampuan untuk bangkit dengan cepat setelah bencana terjadi.

“Kesiapsiagaan dan mitigasi bencana adalah upaya yang harus dilakukan untuk membangun masyarakat yang mampu melaksanakan penanggulangan bencana secara mandiri. Dengan begitu, kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana dapat meningkat, yang pada gilirannya diharapkan akan mengurangi dampak serta risiko yang ditimbulkan oleh bencana,” ujar Benyamin.

Lebih lanjut, Benyamin menekankan pentingnya keterlibatan setiap personil BPBD dan sukarelawan yang siap menjadi bagian dari upaya penanggulangan bencana. Ia menyebutkan bahwa para relawan dan personil BPBD harus siap untuk dikerahkan ke wilayah lain yang terdampak bencana, seperti yang sudah sering dilakukan oleh BPBD Sintang di daerah lain seperti Kendal. “Kesiapsiagaan dan mitigasi bencana itu bersifat permanen, sehingga harus dilakukan secara berkesinambungan,” tegasnya.

Pelatihan yang dilaksanakan ini tidak hanya melibatkan personil BPBD dan sukarelawan, tetapi juga perwakilan masyarakat setempat yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam upaya penanggulangan bencana di lingkungan masing-masing. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan berbagai teknik dan metode untuk mengenali potensi bencana, bagaimana cara melindungi diri dan keluarga saat bencana terjadi, serta bagaimana melakukan pemulihan pasca-bencana.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang dalam arahannya juga menyatakan bahwa kesiapsiagaan dan mitigasi bencana harus menjadi bagian dari budaya masyarakat yang perlu diperkuat secara berkesinambungan. “Penting bagi kita semua untuk mempersiapkan diri, tidak hanya dalam menghadapi bencana yang terjadi di daerah kita, tetapi juga membantu wilayah lain yang membutuhkan bantuan. Kesiapsiagaan tidak hanya bersifat lokal, tetapi harus menjadi perhatian bersama di tingkat kabupaten bahkan nasional,” ujar Sekretaris Daerah.

Kegiatan ini mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat Binjai Hulu, yang menyadari pentingnya pelatihan seperti ini untuk memperkuat kesiapsiagaan mereka menghadapi bencana. Kecamatan Binjai Hulu yang merupakan daerah rawan bencana banjir dan kebakaran hutan dan lahan, perlu memiliki sistem yang tanggap dan terkoordinasi dalam menangani bencana, serta kemampuan untuk melakukan pemulihan yang cepat pasca-bencana.

Dengan pelatihan ini, BPBD Sintang berharap masyarakat Binjai Hulu dapat lebih siap dalam menghadapi bencana dan memiliki kapasitas yang lebih baik dalam meminimalisir dampaknya. Kegiatan pelatihan ini akan dilanjutkan ke kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Sintang sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan siap siaga menghadapi ancaman bencana.

Related Posts

Tinggalkan Balasan