
Forum Anak
SINTANG, ZKR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny mendukung penuh Forum Anak Daerah menyuarakan stop pernikahan dini.
Ia mengatakan bahwa dampak dari pernikahan dibawah umur bisa berdampak buruk bagi kesehatan, pernikahan yang terlalu dini juga berpotensi memicu kekerasan seksual dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
“Tentunya kita sangat mengapresiasi dan sangat menyambut baik kegiatan kegiatan positif yang dilakukan oleh instansi terkait ini,” ucapnya.
Ia berharap kedepannya, kegiatan kegiatan yang berlatar belakang positif dapat terus dilakukan guna memberikan kemajuan bagi Bumi Senentang.
“Kita ingin kegiatan seperti ini bukan hanya dilakukan sekali dua kali saja, kita maunya dilakukan secara berkelanjutan dan harus ditingkatkan,” harap Florensius Ronny.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Yustinus J memberikan apresiasi kepada forum anak daerah yang sudah mau terlibat dalam berbagai kreatifitas dalam mengisi waktu luang.
“Pastinya kita sangat mengapresiasi lah, terlebih komitmen anak-anak dalam menyuarakan stop pernikahan dini dan suara anak dalam mendukung pembangunan,” tuturnya.
Ia mengatakan bahwa anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara supaya kelak mampu bertanggung jawab dalam keberlangsungan bangsa dan negara.
“Setiap anak perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” jelasnya.
Ia mengatakan untuk mewujudkan Kabupaten Sintang layak anak, dibutuhkan komitmen yang kuat, sinergitas dan forum anak sebagai wadah yang dapat digunakan oleh anak untuk menyuarakan aspirasi, kebutuhan, keinginan bahkan kekhawatiran anak tentang pemenuhan hak dan perlindungannya.
“Dengan demikian melalui forum anak mereka dapat mengekspresikan pandangannya serta dapat berperan aktif dalam proses pembangunan dengan
mempertimbangkan nilai-nilai dan kearifan lokal, etika dan sopan santun,” tukasnya.