Kartius : IPM Kabupaten Sintang Berada Pada Kelompok Sedang

 Parlemen

Sintang  zkr.com. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kartiyus menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sintang pada tahun 2020 berada pada kelompok Sedang.  IMP Sintang mencapai angka 66, 88 dan berada pada 7 besar Indeks Pembangunan Manusia tertinggi, namun masih berada di bawah Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Kalimantan Barat.

 

“Indeks Pembangunan Manusia  Kabupaten Sintang berada pada kelompok Sedang. Pada tahun 2019, perekonomian Kabupaten Sintang mengalami perlambatan” ujar Kartiyus saat menghadiri kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)  Kabupaten Sintang, Rabu, 24 Februari 2021.

 

Dia mengatakan IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara.  Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU).

 

“Indeks Pembangunan Manusia adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya,” terangnya.

 

Kartiyus memaparkan ada tiga kelompok terbesar penyusun struktur ekonomi Kabupaten Sintang yaitu, sektor pertanian, perdagangan dan konstruksi. Selain itu  terdapat 3 indikator utama, yaitu indikator kesehatan, tingkat pendidikan dan indikator ekonomi. Pengukuran ini menggunakan tiga dimensi dasar, yaitu: lamanya hidup, pengetahuan, dan standar hidup yang layak. Ketiga unsur tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Selain juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti ketersediaan kesempatan kerja, yang pada gilirannya ditentukan oleh banyak faktor, terutama pertumbuhan ekonomi, infrastruktur dan kebijakan pemerintah.

 

“Persentase kemiskinan Kabupaten Sintang pada maret 2020 sebesar 9,27% atau menurun 0,38% dibandingkan Maret 2019. Kondisi ini belum menggambarkan dari dampak pandemi COVID-19. Hingga Agustus 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Sintang berada pada angka 4,5 persen dan berada pada posisi ke-6 terbesar di Kalimantan Barat,” terang Kartiyus.

 

Dia juga mengataan bahwa Tema Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sintang tahun 2022 adalah peningkatan pelayanan kesehatan, infrastruktur dan sumber daya manusia (Sdm) dalam percepatan pemulihan ekonomi menuju sintang yang berkelanjutan.

 

“Prioritas pembangunan kita ditahun 2022 ini sesuai dengan tema RKPD kita yaitu,  peningkatan pelayanan kesehatan, peningkatan infrastruktur,peningkatan sumber daya manusia , pemulihan ekonomi dan Menuju Sintang yang berkelanjutan, semoga dengan priorits ini, IPM kita bisa naik,” pungkasnya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan